Pelajari penawaran
Cari Biro
Cari Hotel
Pelajaran Haji
RITUAL UMRAH
Umrah
Umrah (haji kecil) secara etimologis berasal dari "Al Îtimar" yang berarti "kunjungan". Orang yang ingin melakukan umrah, memasuki ritual kesucian sejak miqât, menyelesaikan Tawaf (mengelilingi) Umrah, melakukan Sâayi antara Safa dan Marwah dan akhirnya menjadi pelaksana Umrah menunda ihram dengan mencukur atau memotoing rambutnya. Meeqat berarti tempat dimana para peziarah mulai menjalankan ibadah haji dan harus menggantikan pakaian ihram. Miqat dikenal, dengan batasan-batasan yang langsung ditetapkan oleh Nabi Muhamad (saws) yang merupakan penentuan kapan mulai melintasi batas Tanah Suci; para jama’ah harus dalam keadaan suci sebelum sampai ke tempat ini.
Miqat tersebut adalah:
- Dzoul Houleifa: Untuk para jama’ah yang datang dari Madinah;
- Al-Jouhfah: Untuk para jama’ah yang datang dari Suriah;
- Qarnoul Manâzil: Untuk para jama’ah yang berasal dari Nejd;
- Yalamlam: Untuk para jama’ah yang datang dari Yaman;
- Dzâtou IRQ: Untuk para jama’ah yang datang dari Irak;
Ritual haji yang terbaik adalah Tamattu, syukur karena kita bisa menggabungkan Umrah dan Haji dalam waktu yang bersamaan
Maksudnya, ketika kita mulai melaksanakan umrah, sedang pada keadaan suci, kemudian pada hari ke 8 Dhu Al-Hijja, kita berpakaian ihram dan kita menyelesaikan Haji. Umrah sendiri, dapat dilaksanakan selama 2 sampai 3 jam. Sementara itu, ketika jama’ah melaksanakan ihram di Abar 'Aly (Dhoû-l-Houlayfa) 12 kilometer jaraknya dari Madinah, ia harus menghitung sekitar satu hari ini umrah pertama (ia dapat berangkat di tengah pagi dan menyelesaikan ritual nya / dia umrah pada akhir malam itu menurut / irama nya sendiri). Dibawah ini adalah tahap melakukan umrah secara berurutan.
Maksudnya, ketika kita mulai melaksanakan umrah, sedang pada keadaan suci, kemudian pada hari ke 8 Dhu Al-Hijja, kita berpakaian ihram dan kita menyelesaikan Haji. Umrah sendiri, dapat dilaksanakan selama 2 sampai 3 jam. Sementara itu, ketika jama’ah melaksanakan ihram di Abar 'Aly (Dhoû-l-Houlayfa) 12 kilometer jaraknya dari Madinah, ia harus menghitung sekitar satu hari ini umrah pertama (ia dapat berangkat di tengah pagi dan menyelesaikan ritual nya / dia umrah pada akhir malam itu menurut / irama nya sendiri). Dibawah ini adalah tahap melakukan umrah secara berurutan.
Umrah dimulai dengan memasuki Ihram, bahkan sebelum memasuki kota suci. Pertam-tama, untuk laki-laki disarankan untuk mencukur rambutnya, untuk memotong kukunya, agar mencukur rambut kemaluan, agar mandi (Ghusl), kemudian, agar memakai dua potong kain disebut Izaar dan Ridaa, bersih dan mungkin yang baru, agar memberi wangi-wangian di kepala dan janggutnya tapi tidak pada pakaian ihram. Cara berpkaian seperti ini hanya bagi laki-laki. Tidak diperbolehkan ada pakaian yang dipakai selain pakaian ini, tidak memakai celana, kemeja, tidak memakai serban, topi, dll.
Tidak ada pakaian khusus ditujukan untuk perempuan, selain mereka dilarang memakai Niqaab (cadar), dan sarung tangan. Namun, mereka dapat menutupi tangan mereka dengan bagian bawah khimaar mereka (termasuk kepala), sementara menggunakan bagian atas jilbaab mereka (pakaian luar) atau sepotong kain yang terpisah untuk menutupi wajah mereka dengan menariknya ke bawah, jika ada kebutuhan untuk melakukannya.
Dua rakaat ihram tidak wajib, karena, jika kita berada dalam masjid, kita selalu dapat berdoa.
Tahap pertama, yang diikuti dengan, Al Talbiya, yang harus diulangi dengan suara keras sampai tiba di Mekah:
" labbayk Allahumma labbayk, labbayka laa shareeka laka labbayk, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, laa shareeka lak" ("Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah melakukan umrah, di sinilah aku Ya Allah. Memenuhi panggilan-Mu. Engkau tidak bersekutu. Aku memenuhi panggilan-Mu. Segala Pujian dan Karunia, dan Engkaulah yang memiliki semua yang Engkau ciptakan (sendiri). Engkau tidak ber sekutu ").
Saat tiba di masjid suci di Mekah (Al-Masjid Al-haram), kita harus masuk dengan kaki kanan kita dengan cara yang segala kerendahan hati dan syukur terhadap nikmat-nikmat-Nya, Kekuasaan-Nya, yang dianugerahkan kepada kita. Jika waktunya tiba, kita wajib sholat pada waktu tersebut, jika tidak kita bisa mulai Tawaf Al Ka'bah (circumblation) (7 putaran di sekitar Ka'bah), kita mulai dari batu hitam. Anda dapat melihat ada tanda di lantai yang merupakan tanda dari mana kita bisa mulai. Ka'bah berada di ssebelah kiri kita, dan kita bergerak menuju ke Batu Hitam, sambil mengucapkan «Bismil-laahi wa Allaahu Akbar» (Dalam nama Allah, Allah maha besar). Jika kita terlalu dekat kita mencium batu hitam kalau tidak bisa dengan hanya menyentuhnya.
Jika hal ini sulit bagi kita, maka kita harus melakukan tawaf tanpa menyentuhnya, menunjuk atau dengan mengatakan: «Bismi'Llah Allahu Akbar wa li'Lah Al-hamad ».
Semua cara yang disebutkan dapat diterima, oleh karena itu tidak ada gunanya untuk mendorong para jama’ahh lainnya, karena hal tersebut membahayakan, jika kita tidak dapat mencapai batu hitam.

2- Tawaf (Berkeliling)
- Saat kita mencapai batu hitam, kita membacakan « Bismil-laahi Allaahu Akbar » kemudian mulai dengan doa « Ya Allah, aku beriman
kepada-Mu, dan aku meyakini kebenaran kitab-Mu, dan aku menyempurnakan janji-Mu, dan aku mengikuti sunnah Nabi SAW”
Tidak ada doa khusus untuk dibacakan saat berkeliling ditiap putarannya, jadi terlalu menganggap penting buku yang dijual tentang doa
tawaf, pasti buku tersebut sangat membantu tapi seharusnya tidak menghalangi sholatmu.


English
العربية
Türkçe
Français
Deutsch
Русский





Aljazair
Austria
Bangladesh
Belgia
Kanada
Mesir
Indonesia
Italia
Jordan
Kyrgyzstan
Lebanon
Libya
Luxembourg
Mali
Mauritania
Maroko
Belanda
Palestina
Qatar
Romania
Senegal
Spanyol
Swiss
Syria
Tunisia
Uni Emirat Arab